BERGERAK! - Mildisrup

BERGERAK!

Ilustrasi Perubahan Sosial.


Bagi organisasi pergerakan seperti Himpunan mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Kesatuan Aksi Mahasiswa Islam (KAMMI), Ikatan Mahasiswa islam (IMM), pada zamannya sebagai tempat untuk belajar dan mengasap kemampuan. Kita ingat tahun 1960-an sampai 2000 organisasi mahasiswa ini begitu di gandrungi. Terlepas dari berbagai persoalan yang ada terbukti bahwa organisasi ini menjadi salah satu tempat yang bagus dalam diskusi pada saat itu.

                Tetapi di tahun 2000-an sampai sekarang terjadi sebuah pergeseran yang membuat organisasi ini sedikit demi sedikit mulai sepi dalam berbagai perkembangan. Ada sebuah perubahan yang terjadi di masyarakat dan khususnya mahasiwa dalam berbagai aspek. Change ini membuat kita seakan-akan membelah focus mahasiswa.

                Tahun 2000- hal ini semakin jelas dibedakan antara organisasi, pembagian ini sering disebut organisasi ekstra-kampus dan organisasi intra kampus. Organisasi ekstra kampus ini mulai ditinggalkan sebagian mahasiswa karena ebih menyutamakan organisasi intra kampus. Ini terbukti dengan adanya lebih banyak orang mendaftarka dirinya untuk aktif di intra kampus dari pada ikut pengkaderan di ektra kampus.

                Kita organisasi kampus harus menganalisa dan mulai sadar ada pergeseran pola mahasiswa. Kita harus mengetahui anatomy of change. 
Analogy Of Change.
Coba lihat gambar ini. Ada technology, politicalicle, economy, social culture, dan mahasiswa.
Dalam anatomu of change ini, kita akan mengetahui bahwa setia perubahan perilaku mahasiswa dipengaruh beberapa aspek yang kita harus pahami. Dengan memahami ini maka kita akan lebih paham apa yang akan terjadi. Salah satuya adalah teknologi:  

Ketika teknoogi mengalami pergerakan dari 3.0 menjadi 4.0. yang terjadi adalah aka nada perubahaan di social culuture , ekonomi dan politik kita. Secara tidak langsung akan membentuk perilaku mahasiswa yang baru.

Sebagai contoh dari system politik adalah akibat dari teknologi, berawal dari kerajaan-kerajaan, menuju penguasa tiap Negara, ke trias politika, demokrasi dan sekarang ke Union. Beberapa Negara mencoba untuk mempersatukan suatu kawasannya, dan akhirnya akan menjadi populism.

Bila kita perhatikan banya pemimpin terpilih karena dia populis. Apakah dia bener atau salah kita tidak tau yang terpenting sekarang adalah populis. Semakin kita dikenal oleh orang maka kita akan semakin baik dalam langkah politik tanpa tau benar atau salah. Sekarang juga terjadi di mahasiswa, yang terjadi adalah mahasiswa akan dipilih ketika mumas atau permira ketika dia memiliki populism, dia benar atau salah itu soal belakangan.

Sekarang, coba kita perhatikan dengan bidang ekonomi juga begitu. Saat zaman dahulu Negara menganut system Negara tidak ikut campur atau bahasanya Negara membiarkan system perekonomian terjadi dengan sendirinya. Kemudian masuk ke era selanjutnya yaitu Negara mulai ikut campur dalam perekonomian dengan nama social capitalism, market fundamentalism, terserah pasar, tetapi Negara ikut intervention. Dan yang terakhir adalam protectsianism. Setiap Negara mempertahankan Negaranya masing-masing. Sedangkan Negara kita?

Coba kita samakan gerakan mahasiswa dengan ekonomi. Dulu organisasi mahasisw tidak ikut campur dalam kegiatan mahasiswa itu sendiri. Berlanjut ke bentuk organisasi mahasiswa yang dibiarkan tetapi pemerintahan ikut campur ketika zaman Soeharto, dan terkahir ini adalah zaman Protectsianism. Setiap organisasi mempertahankan diri masing-masing tanpa celah satu pun. Bahkan ada peraturan bahwa anggota organisasi internal yang melarang membocorkan kejelekan dan kekurangan. Mereka harus selalu terlihat sempurna.

Dalam social culture juga terjadi shifting. Dalam berorganisasi juga seperti itu. Dulu petani adalah yag berkuasa. Kemudian menjadi Blue Collar, orang yang bekerja indrustri yang kerja di pabrik yang berkuasa. White Collar, orang yang bekerja di office. Tapi sekarang yang akan menang adalah artis, seniman, orang kreatif yang akan menang. Dan organisasi eksternal belum mempunyai jiwa-jiwa kreatif dan seniman dalam setiap langkahnya agar menarik setiap orang untuk masuk.

Nah, akibat dari semua ini apa. Kalo teknologi diatas, teknologi berubah, mestinya model perilaku mahasiswa berubah, struktur perilaku berubah, dan akhirnya mahasiswa akan memilih organisasi juga ikut berubah motifnya.

Inilah yang disebut main street. Mestinya begitu, teknologi berubah, ekonomi berubah, sifatnya dan akhirnya alas an mahasiswa merubah alas an kenapa masuk ke dalam organisasi.
Tapi inget perilaku mahasiswa itu tidak hanya dipengaruhi ekonomi, dipengaruhi politicalicle dan social culture.

Whooa. Politicalicle, terutama dinegara yang sangat demokratis seperti di Indonesia itu long and widing road. Organisasi mahasiswa sekarang juga seperti ini.

Katakanlah ada mahasiswa yang memiliki bakat dan ingin mengikuti lomba, tetapi dikarenakan belom memiliki SK dari organisasi maka tidak bias dibantu. ada seperti itu.
Seperti pemerintah mau membuat suatu peraturan yang mendukung itu belom tentu pihak oposisi menerima. Jadi laamaaa kompromi negosiasi.

Sedangkan di lain pihak, di social culture itu express way.
Kalo mahasiswa melihat begitu ada kemudahan, waah ini ada jalan tengah ada sponsor selain kampus. Langsung diambil. Itulah yang dibuat organisator jadi bingung.

Begitulah perilaku mahasiswa yang berubah dari tiap decade, selama beberapa decade HMI, PMII, IMM, KAMMI, sudah bertahan dengan baik. Tetapi dengan adanya perubahan ini harus mewaspadai dan merubah setiap langkah dan setiap perjuangannya, bukan menghilangkan, tetapi merubah sedikit saja dan menerima akan perubahan dan merumuskan sesuatu yang baru.

BERGERAK! BERGERAK! Reviewed by Mildisrup on January 28, 2019 Rating: 5

No comments:

Stay Connected

Powered by Blogger.