![]() |
| sumber : aetra.co.id |
Sebagian besar diskusi tentang
memerangi perubahan iklim berfokus pada listrik dan kebutuhan energi
terbarukan. Merubah cara kita menghasilkan listrik akan menajdi langkah besar
tetapi itu tidak akan menjadi langkah besar, tetapi itu tidak akan cukup untuk
mencapai emisi sebesar 0 hanya dari sektor ekonomi.
Perubahan iklim juga banyak dipengaruhi di sektor pertanian, kehutanan, dan
penggunaan lahan yang bertanggung jawab atas 24% dari seluruh emisi gas rumah
kaca, satu poin persentase lebih kecil dari listrik.
| Sumber : IPCC (2014) |
Salah satu contoh emisi yang menyumbang besar adalah kotoran sapi dalam
bidang agriculture, tetapi mereka bukan satu-satunya penyumbang utama dari
pertanian, kehutanan. Penelitian yang mengungkapkan fakta yang mengejutkan
adalah ada lebih banyak karbon di tanah daripada di atmosfer dan semua
kehidupan tanaman digabungkan.
Itu semua bukanlah masalah besar. Tetapi ketika tanah terganggu- hutan
menjadi lahan pertanian- semua karbon yang tersimpen dilepaskan ke atmosfer.
Itulah salah satu alasan mengapa deforestasi sendiri bertanggung jawab atas 11%
dari semua emisi gas rumah kaca global (alasan lainnya adalah hutan dan padag
rumput adalah penyerah karbon alami) menghilangkan hutan berarti mengurangi
kapasitas planet untuk menghilangkan karbon dioksida di udara.
Mikroba di tanah juga dapat membat emisi gas ketika bersentuhan dengan
pupuk. Pupuk merevolusi cara kita membuat makanan di dunia, tetapi mereka
melepaskan emisi yang kuat yang disebut Nitro Oksida ketika dihancurkan oleh
mikroba. Pupuk alami seperti pupk kandang tidak lebih baik, karena mereka
melepaskan gas rumah kaca ketika terurai.
Jadi bagaimana kita melawan perubahan iklim yang disebabkan oleh pertanian?
Kita tidak bisa begitu saja menyingkirkan tanah atau berhenti menanam,
berhenti mengunakan pupuk dan berhenti memelihara hewan ternak. Tujuan
pertanian sekarang adalah bukan untuk mengurangi jumlah yang dibuat (bahkan
harus memperbanyak) , tetapi bagaimana mengurangi emisi per produk.
Emisi Menjadi 0? Apakah Bisa?
Reviewed by Mildisrup
on
April 25, 2019
Rating:
Reviewed by Mildisrup
on
April 25, 2019
Rating:


No comments: