Mengenal Saham lebih Dekat - Mildisrup

Mengenal Saham lebih Dekat

Salam adalah satu satu produk pasar modal.

Sebagian dari kita belum mengetahui tentang dunia pasar modal. Tetapi, ada sebuah gerakan yang pada tahun 2015 untuk menabung saham. Sebelum kita melakukan segala sesuatu alangkah lebih baiknya kita mengenalnya terlebih dahulu.

Saham (stock) adalah salah satu instrumen pasar keuangan atau pasar modal yang cukup populer.Jika sebuah perusahaan membutuhkan dana untuk ekspansi, menerbitkan saman adalah satu jalan untuk mendapatkan pendanaan tanpa harus berhutang. Di sisi yang lain, memberikan keuntungan investasi yang menarik bagi investor.

Salam dapat diartikan sebagai tanda seseorang ikut dalam penyertaan modal dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan ikutnya investor dalam penanaman modalnya, maka investor berhak memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas aset perusahaan, dan berhak ikut aktif dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Keuntungan Saham

Ada dua keuntungan yang akan diperoleh jika investor membeli sebuah saham sebuah perusahaan :

1. Dividen
Dividen merupakan pembagian keuntungan yang diberikan perusaahan dan berasal dari keuntungan dalam waktu tertentu, biasanya dalam waktu 1 tahun. Dividen akan diberikan setelah mendapatkan persetujuaan dalam RUPS, loh kalo tidak disetujui tidak akan dibagikan? Yap benar sekali.

Dalam pembagiannya Dividen dapat dibagikan dalam dua bentuk . Pertama Dividen berupa uang tunai - artinya investor akan diberikan dividen berupa uang tunai dalam jumlah rupiah di setiap saham yang di miliki investor. Kedua, Dividen Saham  yang berarti kepada setiap pemegang saham diberikan dividen sejumlah saham sehingga jumlah saham yang dimiliki seorang pemodal akan bertambah dengan adanya pembagian dividen saham tersebut.

2. Capital Gain
Capital Gain. 

Capital Gain merupakan Selisih antara harga beli saham peruhaan dan harga jual perusahaan. Capital gain terbentuk dengan adanya aktivitas perdagangan saham di pasar sekunder. Misalnya kita membeli saham SSS dengan harga per saham Rp 300 kemudian menjualnya dengan harga Rp 350 per saham yang berarti pemodal tersebut mendapatkan capital gain sebesar Rp 50 untuk setiap saham yang dijualnya.













Risiko Saham
Dalam setiap instrumen investasi pasti memiliki sebuah resiko,  antara lain:


Capital Loss

1. Capital Loss

Merupakan kebalikan dari Capital Gain, yaitu suatu kondisi dimana investor menjual saham lebih rendah dari harga beli. Misalnya saham PT. XYZ yang di beli dengan harga Rp 2.000,- per saham, kemudian harga saham tersebut terus mengalami penurunan hingga mencapai Rp 1.400,- per saham. Karena takut harga saham tersebut akan terus turun, investor menjual pada harga Rp 1.400,- tersebut sehingga mengalami kerugian sebesar Rp 600,- per saham.

2. Risiko Likuidasi

Jika Perusahaan yang sahamnya dimiliki, dinyatakan bangkrut oleh Pengadilan, atau perusahaan tersebut dibubarkan. Dalam hal ini hak klaim dari pemegang saham mendapat prioritas terakhir setelah seluruh kewajiban perusahaan dapat dilunasi (dari hasil penjualan kekayaan perusahaan). Jika masih terdapat sisa dari hasil penjualan kekayaan perusahaan tersebut, maka sisa tersebut dibagi secara proporsional kepada seluruh pemegang saham. Namun jika tidak terdapat sisa kekayaan perusahaan, maka pemegang saham tidak akan memperoleh hasil dari likuidasi tersebut. Kondisi ini merupakan risiko yang terberat dari pemegang saham. Untuk itu seorang pemegang saham dituntut untuk secara terus menerus mengikuti perkembangan perusahaan.


Mengenal Saham lebih Dekat Mengenal Saham lebih Dekat Reviewed by Mildisrup on January 29, 2019 Rating: 5

No comments:

Stay Connected

Powered by Blogger.