![]() |
| Kemerdekaan Individu |
"Berapa Lamakah Kau Akan Tetap Menggelepar Menggantung di Sayap Orang? Kembangkan Sayapmu Sendiri dan Terbanglah lepas Serapa menghirup Udara Bebas di Taman Luar," (Dr. Sir Mohammad Iqbal)
Apakah yang kita maksud dangan kemerdekaan? Apakah kemerdekaan selalu berarti angkat kakinya tentara asing dari sebuah negeri? Apakah kemerdekaan selalu berarti proklamasi 17Agustus atau Decalaration of lndependance?
Dalam dunia yang sudah menjadi kampung global dan semakin post modern,saya agak kurang bersemangat untuk bicara kemerdekaan dalam konteks sebuah bangsa, untuk beberapa alasan:
Pertama,entitas negara bangsa sudah semakin rapuh.Samuel Huntington dalam The Clash of Civilization and The Remarking Of Work Oder menggambarkan bahwa entitas negara-bangsa yang dimula sejak Revolus Prancis akan musnah dan digantikan oleh negara-ideologi. Sekarang, entitas paling nyata di dunia ini bukan lagi sekedar wilayah dengan batas geografis yang terlalu jelas, namun parusahaan multinasional dan transnasional dengan segenap jaringan,orang,mesin-mesin, dan‘sekrup-sekrup’ kapitalismenya.
Kedua,sekat-sekat antar negara juga menjadi semakin kabur, ketika kita semakin sering melihat orang-orang berlalu lalang di airport untuk mengejar makan pagi di Lisabon, meating di Berlin, minum teh sore di Dubai dan menghadiri gala dinner di Shanghai pada hari yang sama. Peristiwa-peristiwa dunia menerobos masuk ke ruang keluarga kita lewat sebuah kotak kayu seperti TV dihadapan sofa tempat kita tidur sambil menghirup segelas kopi nyaris berbarengan dengan sorak-sorai penonton di Anflield,Liverpool. Mesin seperti internet juga membuat dunia, seperti kata seorang penulis, seperti “hadir di ujung mouce”.
Ketiga, kegagalan pemerintah banyak negara untuk memberikan pelayanan publik yang baik dan kesejahteraan kepada masyarakat. Hal ini membuatnya jadi semacam makhluk fiktif, yang ada namun tidak terasa keberadaannya. Walau dalam diskusi, kita selalu memasukkan pemerintah sebagai salah satu jawaban masalah kita. Namun kenyataannya yang kita sebut pemerintah adalah sekumpulan orang yang setiap pagi baca koran, main solitaire, ngobrol-ngobrol tidak jelas dan selalu meminta tips hanya untuk membuat surat akta kelahiran yang seharusnya hak setiap warga negara.
Pemerintah, bagi saya, seperti institusi konyol yang tidak punya pekerjaan lain selan memunguti pajak dari rakyat, memperkaya diri sendiri dan sambil sedikit berbuat bagi orang banyak.
Keempat, arus perdagangan yang membuat negara-negara dunia ketiga selalu jadi pasar yang besar dan montok bagi banyak kapitalis dunia. ltulah alasan dibalik terpilihnya Indonesia sebagai negara pertama di-launching-nya Nokia 9500. Selain itu, buruh kita mereka eksploitasi karena murah dan ketika harga upah buruh kita naik sedikit saja, mereka merelokasi pabrik-pabrik mereka ke Thailand atauVietnam.
Dengan alasan-alasan itulah saya percaya bahwa kemerdekaan yang relevan bagi kita hari ini adalah pertama, merdeka secara individu dari penjajahan ekonomi kapitalisme global dengan gegenap daya penghancurnya. Kemerdekaan individu itu akan terakumulasikan menjadi kemedekaan kita sebagai sebuah negara yang mandiri, tegak dan punya harga diri. Kapitalisme sendiri tidak menunjuk pada negara, ras,bangsa atau perusahaan tertentu.
Kapitalisme lebih cocok kita sebut sebagai faham ekonomi yang menghalalkan segala cara untuk mencapai kemakmurannya. Isme ini merasuki diri kita pelahan-lahan, seperti udara yang mengisi paru-paru kita.Sehingga tanpa kita sadari, kita telah diperbudak olehnya. Kita kemudian rela untuk bertahan di depan layar kaca untuk parfum tebaru, baju terbaru atau berlangganan majalah tertentu untuk memuja agen-agennya yang menonjolkan beauty, brain and behavior.
Penjajahan ekonomi ini tampak sekali dalam berbagai lapangan kehidupan. Satu contoh yang sangat jelas adalah kontrak yang sangat tidak adil antara kita dan PT. Freeport Mc Moran di Papua sana. Pada masa pemerintahan Orde Baru kontrak itu dibuat dengan bagi hasil 90% Freeport, 5% APBN Indonesia dan sisa-nya lagi anda tahu untuk siapa. Konyolnya, kontrak ini pada tahun 2003 diperbarui untuk 30 tahun yang akan datang. Kita tidak tahu bahwa lahan yang sedang meraka keruk adalah tempat cadangan bijih emas terbesar di dunia, seperti apa yang diakui di website Freesport itu sendiri. Walaupun dalam kontrak mereka hanya mengaku menambang tembaga. Untuk menutupi tergalinya cadangan emas itu, Freeport tidak mengolah tanah yang mereka keruk di Indonesia, melainkan mengeruk satu bukit langsung dengan segala sesuatu yang ada di dalamnya dengan dump-dump truck terbesar di dunia, kemudian mereka langsung kapalkan lewat Pasifik untuk diolah dan dipisahkan menjadi emas dan tembaga di Amerika. Karena yang dibawa adalah tanah (bahan mentah yang belum mengalami penambahan nilai) pajak bea cukai-nya sangat murah. Padahal kekayaan kita sedang dirampok besar-besaran. Penjajahan ekonomi tampak pula pada deregulasi GATT dan WTO.
Banyak orang mengira bahwa perdagangan bebas yang dikenal dengan pasar bebas akan menguntungkan semua orang seperti sering dibahas dalam buku Pak Mankiw (lihat Bab 3 PIE Mikro Mankiw: Saling Ketergantungan dan Keuntungan Perdagangan. Tidak ada salah dengan teori itu, asal syarat-syaratnya terpenuhi dulu. Contoh, harus ada pemerataan lnformasi dan kekuatan untuk mempengaruhi pasar yang seimbang.
Masalahnya ketika produsen dalamn negeri kita berhadapan langsung dengan arus kapitalisme global adalah seperti menghadapi Mike Tyson dan Ellys Pical di satu ring. Pertarungan yang terjadi bukan pertarungan yang fair dan kompetitif. Dan tidak setiap negara maju sebenarnya mengadopsi peraturan tentang perdagangan bebas tersebut. Mereka hanya bersemangat terhadap perdagangan bebas yang produk mereka unggul,seperti produk elektronik dan consumer goods.
Namun faktanya, ketika Rini Soewandi (mantan Menteri Perdagangan) mencoba mengajukan usulan perdagangan bebas untuk produk-produk pertanian, pemerintah New Zealand tiba-tiba protes karena mereka mendapat tekanan dari asosiasi pertanian di negaranya yang merasa terancam dengan arus pedagangan global untuk produk-produk pertanian mereka.Walhasil sampai saat ini, produk-produk unggulan kita yang notabene lebih banyak produk pertanlan, susah sekali menembus pasar luar negari karna negera-negara itu memproteksi produsen dalam negerinya lewat pajak, bea cukai dan tarif.
Kemerdekaan kedua, yang relevan bagi kita hari ini adalah medeka dari arus budaya yang terus menerus membanjiri otak kita dengan informasi,gaya hidup dan transformasi nilai, proyek besar ini bertujuan untuk merekonstruksi struktur pemikiran dan kepribadian kita agar berfikir dan erasa sesuai dengan lensa pikiran yang mereka kenakan kepada kita. Karena tindakan kita pada dasarnya adalah turunan cara berfikir kita, maka dengan demikian.dengan mudah mereka bisa mempengaruhi tindakan dan parilaku kita. Pada akhirnya, mareka dapat mengarahkan kita tanpa kita merasa diarahkan, memperbudak kita tanpa kita merasa diperbudak, mengeksploitasi kita tanpa kita merasa dieksploitasi. Perang budaya ini (yang banyak disebut dengan istilah perang pemikiran) pada gilirannya telah menggantikan bedil, meriam bahkan F-117 Nighthawk mereka.
Dengannya, kita sudah kalah tanpa perang, dan menurut Sun Tzu, itulah hakikat kemenangan yang paling besar: “Jika kau memenangkan perang tanpa satu pun pertempuran”.
Kekalahan kita dibidang politik adalah temarginalkannya kita di percaturan politik global. Bahkan misalnya, ketika kemanusiaan diinjak-injak di lrak dan Palestina kita pun diam menyaksikan pembantaian disana. Karena kita tidak punya kuasa dan kekuatan apa-apa.
Kekalahan kita di bidang teknologi adalah satu upaya untuk terus menjadikan kita pecundang di mukabumi. Karena ilmu adalah variabel tidak terperikan dalam khazanah kemajuan sebuah peradaban, mau tidak mau kita akui bandul peradaban ilmu sedang bergeser ke mereka. Kita boleh mengimpor french fries, french kiss dan cineplex dari mereka, asal kita tidak menguasai teknologi nuklir mereka, tidak mengimpor software source code dari mereka dan segenap paket pengetahuan lainnya. Mereka jaga rapat-rapat kekayaan mereka yang paling penting itu agar hegemoni dan kekuasaan itu ada pada mereka. Bukan senjata hari ini yang pegang kendali, bukan hulu ledak nuklir tapi data digital yang mereka pindahkan kemana saja untuk mengguncang suatu bursa.
Kemerdekaan ketiga adalah merdeka dari ketergantungan kita pada cara pandang masa lalu dan praduga-praduga yang tidak berdasar. Cara pandang yang salah itu seperti orang-orang berkulit putih tentulah lebih pintar, lebih cerdas, lebih hebat dari pada kulit berwarna. Bahwa kita adalah orang yang selalu telat kalau buat janji. Orang kita adalah orang bersarung dan berkopiah kucel yang sebagian besar tidak kenal Internet, broadband apalag Wifi.
Dalam skala mikro mahasiswa misalnya, kita menganggap bahwa senior selalu lebih benar dibanding junior, atau orang Jawa selalu lebih sabar dibanding orang Batak.Dalam khazanah ilmu, hal itu dikenal dengan nama stereotype. Dalam sastra Inggris dikenal dengan prejudice. Kita hidup dalam prejudice-prejudice tidak berdasar yang membuat kita mengidap penyakit kronis lnferiority complex yaitu kecenderungan psikologis yang menganggap bahwa diri kita lebih buruk, lebih rendah dibandingkan dengan orang lain.
Sistem pendidikan kita pun selalu menanamkan itu “bahwa guru selalu benar dibandingkan dengan siswa, mahasiswa lama selalu lebih superoior dibandingkan dengan maba (untuk legitimasi itu kadang-kadang ospek diadakan) atau pejabat selalu lebih benar dibandingkan dengan rakyatnya. Saya tidak menyangkal bahwa apa yang saya contohkan tidak selalu seperti itu, namun dengan menghilangkan stereotype itu kita lebih mudah untuk memandang segala sesuatu dengan objektif, kritis dan jernih, tanpa prasangka.
Namun kemerdekaan kaempat adalah kemerdekaan yang paling penting. Karena dengan kemerdekaan ini kita terbebas dari kekuasaan harta, kekuasaan nafsu, kekuasaan belenggu-belenggu dan kekuasaan akan kekuasaan. Dengan kemerdekaan ini kita bebas dari ketakutan, bebas dari kemunafikan. Karena dengan kemerdekaan ini kita menafikan seluruh ancaman yang ada dalam diri kita, untuk mencapai sebenar-benarnya kemerdekaan. Kemerdekaan yang saya maksud adalah kemerdekaan seorang hamba dari makhluk yang disertai dengan penyerahan diri bulat-bulat kehadirat Tuhan.
Merdeka!!!
Merdeka!
Reviewed by Mildisrup
on
January 25, 2019
Rating:
Reviewed by Mildisrup
on
January 25, 2019
Rating:


No comments: