![]() |
| Jadikan Milestonemu Berharga |
Apakah yang kita lakukan setiap pergantian waktu? sama seperti rembulan yang pergi dari malam untuk membiarkan sang siang.
.
Apakah pergantian-pergantian itu kita biarkan begitu saja karena buku berakhir di tanda titik sedangkan “life goes on” ataukah ada c yang khusus untuk setiap penanda-penanda waktu berganti?
.
Apakah pergantian-pergantian itu kita biarkan begitu saja karena buku berakhir di tanda titik sedangkan “life goes on” ataukah ada c yang khusus untuk setiap penanda-penanda waktu berganti?
.
Saya termasuk orang yang percaya bahwa setiap pergantian waktu yang kita alami perlu dimaknakan secara khusus karena, mengutip seorang penulis;“...kita memerlukan saat-saat itu ; dimana kita meIepas kepenatan yang mengurangi ketajaman hati, saat dimana kita membebaskan diri darl rutinltas yang mengurangi kepekaan spiritual, saat dimana kita melepaskan sejenak beban yang selama ini kita pikul yang mungkin menguras stamina kita.
.
Kita memerlukan saat-saat seperti itu karena kita perlu membuka kembali peta perjalanan kita; nmelihat-lihat jauhnya jarak yang telah kita tempuh dan sisa perjalanan yang masih harus kita lalui; menengok kembali hasil-hasil yang kita raih; meneliti rintangan yang mungkin menghambat laju pertumbuhan kita; memandang ke alam sekitar karena banyak aspek dari lingkungan strategis kita yang telah berubah...."
Saya termasuk orang yang percaya bahwa setiap pergantian waktu yang kita alami perlu dimaknakan secara khusus karena, mengutip seorang penulis;“...kita memerlukan saat-saat itu ; dimana kita meIepas kepenatan yang mengurangi ketajaman hati, saat dimana kita membebaskan diri darl rutinltas yang mengurangi kepekaan spiritual, saat dimana kita melepaskan sejenak beban yang selama ini kita pikul yang mungkin menguras stamina kita.
.
Kita memerlukan saat-saat seperti itu karena kita perlu membuka kembali peta perjalanan kita; nmelihat-lihat jauhnya jarak yang telah kita tempuh dan sisa perjalanan yang masih harus kita lalui; menengok kembali hasil-hasil yang kita raih; meneliti rintangan yang mungkin menghambat laju pertumbuhan kita; memandang ke alam sekitar karena banyak aspek dari lingkungan strategis kita yang telah berubah...."
.
Untuk menggambarkannya secara lebih metaforis, maka saya menyadurkan sebuah cerita untuk Anda:
Untuk menggambarkannya secara lebih metaforis, maka saya menyadurkan sebuah cerita untuk Anda:
“Pada zaman dahulu kala, ada sebuah desa yang tidak terpetakan. Di ujung desa itu, dekat hutan, tinggal seorang lelaki lanjut usia. Orang-orang desa mengenalnya sebagai sosok? Tua yang bijak. Pondoknya selalu dlkunjungi orang yang membutuhkan bantuan: makanan, minuman, obat-obatan dan juga nasehat.
Seperti itulah keadaannya dari hari ke hari. Pondok tenang nan asri itu memancarkan auranya pada kehidupan desa. Hingga suatu hari ketenangan itu terusik. Teriakan lantang memecah keheningan alam.
.
“Ajarkan aku tentang kehidupan!,,”
“Ajarkan aku tentang kehidupan!,,”
.
“Oh, rupanya ada anak muda berkunjung ke pondok pak Tua itu. Si pemuda berteriak-teriak."Aku adalah pengelana yang telah berjalan jauh dari ujung ke ujung buana. Telah ribuan tempatku telah kujelajahi dan telah ribuan jengkal kususuri. Namun aku tetap tak puas. Ajarkan aku tentang kehidupan.,” begitu teriak si anak muda.
“Oh, rupanya ada anak muda berkunjung ke pondok pak Tua itu. Si pemuda berteriak-teriak."Aku adalah pengelana yang telah berjalan jauh dari ujung ke ujung buana. Telah ribuan tempatku telah kujelajahi dan telah ribuan jengkal kususuri. Namun aku tetap tak puas. Ajarkan aku tentang kehidupan.,” begitu teriak si anak muda.
.
“Jika kau memintaku mengajari tentang kehidupan, maka akan kuajari engkau tentang perjalanan” Pak Tua keluar dengan tongkat di tangan. la hampiri anak muda itu dan mengajaknya berjalan beriringan. Lama mereka berjalan melintasi hutan. Namun, pak tua belum juga mengucapkan sepatah kata. Tak ada ujaran keluar dari mututnya.
“Jika kau memintaku mengajari tentang kehidupan, maka akan kuajari engkau tentang perjalanan” Pak Tua keluar dengan tongkat di tangan. la hampiri anak muda itu dan mengajaknya berjalan beriringan. Lama mereka berjalan melintasi hutan. Namun, pak tua belum juga mengucapkan sepatah kata. Tak ada ujaran keluar dari mututnya.
.
Pak Tua itu hanya mengajak berjalan. Setiap menemui pohon besar, ia menunduk, menarik nafas panjang, lalu menorehkan tanda silang di batangnya. Begitulah yang dilakukan pak tua setiap memerlukan pohon besar.
Pak Tua itu hanya mengajak berjalan. Setiap menemui pohon besar, ia menunduk, menarik nafas panjang, lalu menorehkan tanda silang di batangnya. Begitulah yang dilakukan pak tua setiap memerlukan pohon besar.
.
Matahari telah tergelincir ke barat. Perjalanan itu tak jelas kapan akan berhenti. Si pemuda resah. Ia tak mengerti apa maksud semua perbuatan bodoh ini. Sampai akhirnya mereka menjumpai telaga dan mereka beristirahat di sana.
Matahari telah tergelincir ke barat. Perjalanan itu tak jelas kapan akan berhenti. Si pemuda resah. Ia tak mengerti apa maksud semua perbuatan bodoh ini. Sampai akhirnya mereka menjumpai telaga dan mereka beristirahat di sana.
.
“Wahai orang tua, ajarkan aku tentang kehidupan!” sekali lagi pemuda itu melontarkan permintaannya. Pak Tua menatap sebentar lalu membasuh mukanya dengan air tetaga.
“Wahai orang tua, ajarkan aku tentang kehidupan!” sekali lagi pemuda itu melontarkan permintaannya. Pak Tua menatap sebentar lalu membasuh mukanya dengan air tetaga.
.
“Anak muda, kehidupan itu layaknya sebuah perjalanan. Kenyataan akan mempertemukan kita dengan harapan dan keinginan. Kehidupan akan selalu berjalan dan berjalan, berputar, hingga mungkin kita akan tak faham mana ujung dan mana pangkal.” Kata Pak Tua.
“Anak muda, kehidupan itu layaknya sebuah perjalanan. Kenyataan akan mempertemukan kita dengan harapan dan keinginan. Kehidupan akan selalu berjalan dan berjalan, berputar, hingga mungkin kita akan tak faham mana ujung dan mana pangkal.” Kata Pak Tua.
.
“Namun, belajar tentang kehidupan adalah juga belajar menciptakan tanda-tanda pemberhentian. Belajar untuk membuat hatte-hatte dalam hidup kita. Berhentilah sejenak, Renungkanlah perjalanan yang tetah kau lalui. Siapkan persimpangan-persimpangan agar dapat membuatmu kembali menentukan arah perjalanan.” Tambah Pak Tua panjang,
“Namun, belajar tentang kehidupan adalah juga belajar menciptakan tanda-tanda pemberhentian. Belajar untuk membuat hatte-hatte dalam hidup kita. Berhentilah sejenak, Renungkanlah perjalanan yang tetah kau lalui. Siapkan persimpangan-persimpangan agar dapat membuatmu kembali menentukan arah perjalanan.” Tambah Pak Tua panjang,
.
“Pohon-pohon tadi adalah prasasti sebagai penanda buatmu dalam berjalan. Mereka akan jadi pengingat betapa telah kaki-kaki ini telah melangkah. Mereka semua akan menjadi pengingat tentang jalan-jalan yang telah kita lalui. Pohon-pohon itu menjadi kawan karib dalam mengenang yang telah lalu. Biarkan mereka menjadi penolongmu saat kau kehilangan arah.”
“Pohon-pohon tadi adalah prasasti sebagai penanda buatmu dalam berjalan. Mereka akan jadi pengingat betapa telah kaki-kaki ini telah melangkah. Mereka semua akan menjadi pengingat tentang jalan-jalan yang telah kita lalui. Pohon-pohon itu menjadi kawan karib dalam mengenang yang telah lalu. Biarkan mereka menjadi penolongmu saat kau kehilangan arah.”
.
Pak Tua berhenti sejenak. Ditatapnya lembut pemuda itu.
Pak Tua berhenti sejenak. Ditatapnya lembut pemuda itu.
“Anak muda, cobalah berhenti beberapa saat, Atur nafasmu, tarik lebih dalam, pandang jauh ke belakang, ke arah ujung-ujung jejak yang kau lalui. Biarkan semuanya beristirahat. Sebab, sekali lagi,belajar tentang kehidupan adalah juga belajar tentang menciptakan pemberhentian.”
.
Saya tidak punya tafsir yang terlalu khusus untuk cerita di atas selain bahwa pemberhentian atau milestone adalah cara kita memaknai kehidupan. Maksud saya: Anda boleh saja memilih untuk membiarkan hidup Anda berlalu begitu saja, namun mungkin Anda akan kehilangan keheningan perenungan yang menciptakan kearifan yang menyejukkan. Atau Anda bisa saja tenggelam dalam kesibukan-kesibukan yang tiada henti-hentinya; dari satu kuliah ke kuliah lain, dari satu pertemuan ke pertemuan lain atau dari satu jadwal ke jadwal lain.
.
Dengan milestone Anda punya kesempatan –baik ruang dan waktu- untuk memikirkan tentang “gambaran besar” atas sebuah pertanyaan besar. Maksudnya, kadang-kadang di tengah seluruh kesibukan, kita jadi lupa untuk menjawab “untuk apa semua ini kita lakukan?”.
Saya tidak punya tafsir yang terlalu khusus untuk cerita di atas selain bahwa pemberhentian atau milestone adalah cara kita memaknai kehidupan. Maksud saya: Anda boleh saja memilih untuk membiarkan hidup Anda berlalu begitu saja, namun mungkin Anda akan kehilangan keheningan perenungan yang menciptakan kearifan yang menyejukkan. Atau Anda bisa saja tenggelam dalam kesibukan-kesibukan yang tiada henti-hentinya; dari satu kuliah ke kuliah lain, dari satu pertemuan ke pertemuan lain atau dari satu jadwal ke jadwal lain.
.
Dengan milestone Anda punya kesempatan –baik ruang dan waktu- untuk memikirkan tentang “gambaran besar” atas sebuah pertanyaan besar. Maksudnya, kadang-kadang di tengah seluruh kesibukan, kita jadi lupa untuk menjawab “untuk apa semua ini kita lakukan?”.
.
Oleh karena itu pergantian waktu dalam hidup kita, misalnya pergantian tahun, bulan, atau bahkan terkadang pergantian hari bisa menjadi milestone. Ada milestone yang lain tentu saja. Misalnya milestone tempat (dari tinggal di rumah ibunda menjadi anak kos, dari tinggal di kota kelahiran menjadi ke tanah Sunda ini misalnya). Ada,juga milestone status, dari pelajar ke mahasiswa, dari lajang menjadi menikah, dari remaja ke dewasa dan sebagainya. Ada juga milestone kesempatan. Kadang-kadang milestone kesempatan ini jadi titik-titik dimana arah arus sejarah berbelok.
Oleh karena itu pergantian waktu dalam hidup kita, misalnya pergantian tahun, bulan, atau bahkan terkadang pergantian hari bisa menjadi milestone. Ada milestone yang lain tentu saja. Misalnya milestone tempat (dari tinggal di rumah ibunda menjadi anak kos, dari tinggal di kota kelahiran menjadi ke tanah Sunda ini misalnya). Ada,juga milestone status, dari pelajar ke mahasiswa, dari lajang menjadi menikah, dari remaja ke dewasa dan sebagainya. Ada juga milestone kesempatan. Kadang-kadang milestone kesempatan ini jadi titik-titik dimana arah arus sejarah berbelok.
.
Apa yang bisa kita lakukan sekarang? saya yakin kita sekarang punya waktu untuk mengevaluasi hal-hal yang sudah dan belum kita raih semester lalu. Kemudian kita dapat menentukan target-target apa yang harus dicapai pada semester baru ini. Milestone ini bisa digunakan untuk menyemai harapan dan semangat baru yang akan kita gunakan untuk membakar energi jiwa kita. Menajamkan mata hati kita. Menjernihkan pikiran kita. Menghapuskan prasangka buruk dalam diri kita.
Apa yang bisa kita lakukan sekarang? saya yakin kita sekarang punya waktu untuk mengevaluasi hal-hal yang sudah dan belum kita raih semester lalu. Kemudian kita dapat menentukan target-target apa yang harus dicapai pada semester baru ini. Milestone ini bisa digunakan untuk menyemai harapan dan semangat baru yang akan kita gunakan untuk membakar energi jiwa kita. Menajamkan mata hati kita. Menjernihkan pikiran kita. Menghapuskan prasangka buruk dalam diri kita.
.
Milestone juga bisa jadi sebuah kesempatan baik untuk menata kembali hubungan kita yang kurang baik dengan banyak orang. Karena sangat mungkin selama ini kesibukan kita menghalangi kita untuk menyapa, bercanda dan menghabiskan waktu-waktu kualitas dengan orang-orang yang kita sayangi walaupun bukan berarti bahwa saya menyarankan Anda pulang kampung akhir pekan ini, karena bisa jadi untuk hari ini Ramadhan bulan depan akan jadi kesempatan yang sangat baik.
Milestone juga bisa jadi sebuah kesempatan baik untuk menata kembali hubungan kita yang kurang baik dengan banyak orang. Karena sangat mungkin selama ini kesibukan kita menghalangi kita untuk menyapa, bercanda dan menghabiskan waktu-waktu kualitas dengan orang-orang yang kita sayangi walaupun bukan berarti bahwa saya menyarankan Anda pulang kampung akhir pekan ini, karena bisa jadi untuk hari ini Ramadhan bulan depan akan jadi kesempatan yang sangat baik.
.
Maka biarlah hari ini menentukan hari esok. Karena masa depan sesungguhnya bukan ada di depan kita, namun sudah terjadi. Sudah terjadi dengan apa yang kita lakukan hari ini. Maka kerjakanlah hari ini sebaik-baiknya, karena apa yang kau kerjakan hari ini adalah hasil hari esok.
Maka biarlah hari ini menentukan hari esok. Karena masa depan sesungguhnya bukan ada di depan kita, namun sudah terjadi. Sudah terjadi dengan apa yang kita lakukan hari ini. Maka kerjakanlah hari ini sebaik-baiknya, karena apa yang kau kerjakan hari ini adalah hasil hari esok.
.
Walaupun matahari masih ada lima puluh ribu tahun lagi, namun di bumi yang kecil ini terlalu sedikit yang bisa kita lakukan. Maka lakukanlah apa yang bisa kau lakukan, tangkaplah apa yang bisa kau tangkap. Dengan demikian setiap kau melewati ruang kelas mu setiap hari, sesungguhnya engkau tldak lagi melihat orang-orang yang jemu mendengar petuah-petuah dosen, namun kau melihat taburan cahaya-cahaya ilmu yang hendak kau tangkap satu demi satu, huruf demi huruf, makna demi makna.
Walaupun matahari masih ada lima puluh ribu tahun lagi, namun di bumi yang kecil ini terlalu sedikit yang bisa kita lakukan. Maka lakukanlah apa yang bisa kau lakukan, tangkaplah apa yang bisa kau tangkap. Dengan demikian setiap kau melewati ruang kelas mu setiap hari, sesungguhnya engkau tldak lagi melihat orang-orang yang jemu mendengar petuah-petuah dosen, namun kau melihat taburan cahaya-cahaya ilmu yang hendak kau tangkap satu demi satu, huruf demi huruf, makna demi makna.
.
Belajarlah banyak-banyak, karena sehari setelah kau lulus mungkin baru kau menyadari bahwa waktumu di bangkumu begitu singkat. Tak banyak kefahaman yang sudah engkau hayati, tak banyak silogisme yang sudah engkau telaah, tak banyak penalaran yang sudah engkau tajamkan, bahkan bisa jadi kau tidak tahu mengapa Indonesia bisa jadi importer minyak. Jadi belajarlah banyak-banyak, karena ilmu itu seperti langit yang tidak akan tembus sedangkan “..dan semua dorongan buta betaka, kecuali jika ada pengetahuan. Dan segala pengetahuan adalah hampa, kecuali jika ada pekeriaan. Dan segenap pekerlaan adalah sia-sla, kecuali ada kecintaan..” Maka belajarlah yang rajin dan banyak. Belajarlah banyak-banyak hari ini.
Belajarlah banyak-banyak, karena sehari setelah kau lulus mungkin baru kau menyadari bahwa waktumu di bangkumu begitu singkat. Tak banyak kefahaman yang sudah engkau hayati, tak banyak silogisme yang sudah engkau telaah, tak banyak penalaran yang sudah engkau tajamkan, bahkan bisa jadi kau tidak tahu mengapa Indonesia bisa jadi importer minyak. Jadi belajarlah banyak-banyak, karena ilmu itu seperti langit yang tidak akan tembus sedangkan “..dan semua dorongan buta betaka, kecuali jika ada pengetahuan. Dan segala pengetahuan adalah hampa, kecuali jika ada pekeriaan. Dan segenap pekerlaan adalah sia-sla, kecuali ada kecintaan..” Maka belajarlah yang rajin dan banyak. Belajarlah banyak-banyak hari ini.
.
Maka benarlah nukilan lainnya sajak Gibran dalam “Sang Nabi” yang mengatakan :
Maka benarlah nukilan lainnya sajak Gibran dalam “Sang Nabi” yang mengatakan :
"...tapi apa bila ada keharusan dalam pikiran untuk membagi Sang Waktu ke dalam ukuran musim demi musim musim demi musim, maka biarkanlah tiap musim merangkum musim lainnya. Serta biarkanlah masa kini selalu memetuk masa lampau dengan kenangan. Dan merangkul masa depan dengan kerlnduan...”
Milestone
Reviewed by Mildisrup
on
January 25, 2019
Rating:
Reviewed by Mildisrup
on
January 25, 2019
Rating:


No comments: