Akuntansi: Pengertian, Sejarah, Bnetuk Laporan Akuntansi, Siklus Akuntansi, Badan Standar Akuntansi Indonesia
Pengertian.
mildisrup.com- Dalam perkembangan
perusahaan sangat diperlukan pencatatan pemasukan dan pengeluaran. Maka dari
itu Luca Pacioli mempublikasikan buku tentang “Pembukuan” di Italia. Akuntansi adalah
pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan
membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi
sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi
non-profit, dan lembaga pemerintah.
Akuntansi merupakan
seni dalam mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan.
Secara luas, akuntansi juga dikenal sebagai "bahasa bisnis".Akuntansi
bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat
dimanfaatkan oleh para manajer, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan
lainnya, seperti pemegang saham, kreditur, atau pemilik. Pencatatan harian yang
terlibat dalam proses ini dikenal dengan istilah pembukuan.
Akuntansi
keuangan adalah suatu cabang dari akuntansi di mana informasi keuangan pada
suatu bisnis dicatat, diklasifikasi, diringkas, diinterpretasikan, dan
dikomunikasikan. Auditing sebagai satu disiplin ilmu yang terkait tetapi tetap
terpisah dari akuntansi yang merupakan suatu proses di mana pemeriksa
independen memeriksa laporan keuangan suatu organisasi
untuk memberikan suatu pendapat atau opini - yang masuk akal tetapi tak dijamin
sepenuhnya - mengenai kewajaran dan kesesuaiannya dengan prinsip akuntansi yang
berterima umum (PABU).
Praktisi akuntansi dikenal sebagai akuntan. Akuntan bersertifikat
resmi memiliki gelar tertentu yang berbeda di tiap negara. Contohnya
adalah Chartered Accountant (FCA, CA or ACA), Chartered Certified Accountant (ACCA atau FCCA), Management Accountant (ACMA, FCMA atau AICWA), Certified Public Accountant (CPA),
dan Certified General Accountant (CGA). Di Indonesia, akuntan publik yang
bersertifikat disebut CPA Indonesia (sebelumnya BAP atau Bersertifikat Akuntan
Publik).
Jadi
kamu siswa SMA atau Mahasiwa jika ingin diakui sebagai akuntan maka harus
mengamil gelar profesi akuntansi atau yang sering disebut CA (Certified
Accountant).
Sejarah
Nah sebenarnya
sejarah Akuntansi ini bagaimana yah? Nah begini sejarahnya. Akuntansi sebagai
suatu seni yang mendasarkan pada logika matematik - sekarang dikenal sebagai
“pembukuan berpasangan” (double-entry bookkeeping) - sudah dipahami
di Italia sejak tahun 1495 pada
saat Luca
Pacioli (1445 - 1517), yang juga dikenal sebagai Friar (Romo)
Luca dal Borgo, mempublikasikan bukunya tentang “pembukuan” di Venice. Buku berbahasa Inggris
pertama diketahui dipublikasikan di London oleh John Gouge atau Gough pada
tahun 1543.
Sebuah buku ringkas menampilkan instruksi
akuntansi juga diterbitkan pada tahun 1588 oleh John Mellis dari Southwark, yang termuat
perkataanya,
"I am but
the renuer and reviver of an ancient old copie printed here in London the 14 of
August 1543: collected, published, made, and set forth by one Hugh Oldcastle,
Scholemaster, who, as appeareth by his treatise, then taught Arithmetics, and
this booke in Saint Ollaves parish in Marko Lane."
"Sayalah
pembaharu dan penghidup kembali dari salinan kuno yang dicetak di sini, di
London pada 14 Agustus 1543: dikumpulkan, dipublikasikan, dibuat, dan diangkat
oleh seorang Hugh Oldcastle, Scholemaster, yang mana, muncul pada risalahnya,
yang kemudian mengajarkan Aritmetika, dan buku ini di paroki Saint Ollaves di
Marko Lane."
John Mellis
merujuk pada fakta bahwa prinsip akuntansi yang dia jelaskan (yang merupakan
sistem sederhana dari masukan ganda/double entry) adalah "after the forme
of Venice".
Pada awal abad ke 18, jasa dari akuntan yang
berpusat di London telah digunakan selama
suatu penyelidikan seorang direktur South Sea Company, yang tengah memperdagangkan bursa
perusahaan tersebut. Selama penyelidikan ini, akuntan menguji sedikitnya dua
buku perusahaan para. Laporannya diuraikan dalam buku Sawbridge and Company,
oleh Charles Snell, Writing Master and Accountant in Foster Lane, London. Amerika Serikat berhutang
konsep tujuan Akuntan Publik terdaftar pada Inggris yang telah memiiki
Chartered Accountant pada abad ke 19.
Bahkan ada yang menyebutkan bahwa pencatatan
sudah ada sejak dahulu kala dan diperbarui oleh penemu Islam yaitu Abdullah bin
Muhamamd bin Kayah Al Mazindarani, ulama yang telah menuliskan karyanya dalam bidang
akuntasi dengan judul “Risalah Falakiyah Kitab As-Siyaqat” pada tahun 765
H/1363.
Bentuk Laporan Akuntasi
Tadi kita sudah menyebutkan bahwa Akuntansi sebagai bahasa
bisnis karena merupakan suatu alat untuk menyampaikan informasi keuangan kepada
pihak-pihak yang memerlukannya. Semakin baik kita mengerti bahasa tersebut,
maka semakin baik pula keputusan kita, dan semakin baik kita di dalam mengelola
keuangan. Untuk menyampaikan informasi-informasi tersebut, maka
digunakanlah laporan akuntansi atau yang dikenal sebagai laporan keuangan.
Laporan keuangan suatu perusahaan biasanya terdiri atas empat jenis laporan,
yaitu Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi Komprehensif, Laporan
Perubahan Ekuitas, Laporan Arus Kas dan Catatan Atas Laporan Keuangan.
·
Laporan Posisi Keuangan, adalah
suatu daftar sistematis yang memuat informasi mengenai aset, hutang dan modal
suatu perusahaan pada akhir periode tertentu. Disebut sebagai daftar yang
sistematis, karena laporan disusun berdasarkan urutan tertentu. Dalam neraca
dapat diketahui berapa jumlah kekayaan perusahaan, kemampuan perusahaan membayar
kewajiban serta kemampuan perusahaan memperoleh tambahan pinjaman dari pihak
luar. Selain itu juga dapat diperoleh informasi tentang jumlah utang perusahaan
kepada kreditur dan jumlah investasi pemilik yang ada di dalam perusahaan
tersebut.
·
Laporan Laba Rugi Komprehensif,
adalah ikhtisar mengenai pendapatan dan beban suatu perusahaan untuk periode
tertentu, sehingga dapat diketahui laba yang diperoleh dan rugi yang dialami.
·
Laporan Perubahan Ekuitas, adalah
laporan yang menunjukkan perubahan modal untuk periode tertentu, mungkin satu
bulan atau satu tahun. Melalui laporan perubahan modal dapat diketahui
sebab-sebab perubahan modal selama periode tertentu.
·
Laporan Arus Kas, dengan adanya
laporan ini pemakai laporan keuangan dapat mengevaluasi perubahan aktiva bersih
perusahaan, struktur keuangan (termasuk likuiditas dan solvabilitas) dan
kemampuan perusahaan di dalam menghasilkan kas dimasa mendatang.
Catatan atas laporan keuangan, merupakan daftar rincian secara
jelas yang ada di dalam laporan keuangan yang berfungsi sebagai penjelasan
mengenai rincian sebuah akun dalam laporan keuangan secara detail.
Siklus Akuntansi
Kita sekarang akan membagi siklus Akuntansi menjadi dua bagian
yaitu : Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang, dan Siklus Perusahaan Jasa. Kenapa Akuntasi
Pemerintahan tidak masuk? Karena umumnya Akuntansi Pemerintahan atau Publik
mengadopsi kedua siklus Akuntansi ini.
·
Perusahaan Jasa
Untuk membuat Laporan Keuangan,
khususnya perusahaan jasa terdapat delapan langkah, yang dikenal dengan Siklus
Akuntansi. kedelapan langkah tersebut adalah:[butuh rujukan]
1. Transaksi keuangan
2. Mencatat segala transaksi keuangan, berdasarkan bukti asli
transaksi, dalam satu periode akuntansi
3. Membuat Jurnal Umum berdasarkan catatan no.2
4. Membuat Buku Besar dan Neraca Saldo
5. Membuat Jurnal Penyesuaian dan Kertas Kerja ( Work Sheet )
6. Membuat Laporan Keuangan: Laporan Laba rugi, Neraca, dan Laporan
Perubahan Modal
7. Membuat Jurnal Penutup
8. Membuat Neraca Saldo setelah penutupan
·
Perusahaan Dagang
Untuk perusahaan dagang, sebenarnya juga hampir sama tetapi ada
tambahan lain. Langkah-langkah tersebut adalah:
·
Tahap Pencatatan
1. Transaksi (Transaksi Internal dan Transaksi Eksternal)
2. Pengumpulan Bukti Transaksi
3. Mencatat ke dalam Jurnal Umum, Jurnal Khusus dan ke dalam Buku
Besar Pembantu
4. Merekapitulasi Jurnal Umum dan Jurnal Khusus
5. Posting ke Buku Besar
·
Tahap Pengikhtisaran
1. Membentuk Neraca Saldo
2. Menyusun Ayat Jurnal Penyesuaian
3. Membentuk Kertas Kerja (Worksheet) dalam bentuk Neraca
Lajur
·
Tahap Pelaporan Keuangan
1. Menyusun Laporan Keuangan
1. Laporan Laba Rugi
2. Laporan Perubahan Modal
3. Laporan Neraca
4. Laporan Arus Kas
1. Menyusun Ayat Jurnal Penutup
2. Membentuk Neraca Saldo setelah Penutupan
3. Menyusun Ayat Jurnal Pembalik
Badan Standar Akuntansi Indonesia
Ikatan Akuntan Indonesia adalah organisasi yang menaungi profesi akuntan di Indonesia. Organisasi ini berdiri pada tahun 23 Desember 1957. Ikatan
Akuntan Indonesia berfungsi menyelenggarakan ujian sertifikasiakuntan profesional, menyusun dan menetapkan kode etik profesi, serta menyusun dan standar praktik akuntansi seperti Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
Institut Akuntan Publik
Indonesia (disingkat IAPI) adalah organisasi akuntan publik di Indonesia. IAPI didirikan pada tanggal 24 Mei 2007 melalui rapat umum
anggota luar biasa IAI – Kompartemen Akuntan Publik. Saat ini, IAPI merupakan
associate member of IFAC (International Federation of Accountants). Dalam peraturan Menteri Keuangan Nomor 17/PMK.01/2008
disebutkan bahwa IAPI berwenang dalam melaksanakan Ujian Profesi Akuntan
Publik, penyusunan dan penetapan Standar Profesional dan Etika Akuntan Publik,
serta menyelenggarakan Program Pendidikan Berkelanjutan, sekaligus peninjauan
Mutu Akuntan Publik.
Badan Pengawas
Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (disingkat Bapepam-LK)
adalah sebuah lembaga di bawah Kementerian Keuangan Indonesia yang bertugas membina,
mengatur, dan mengawasi sehari-hari kegiatan pasar modal serta merumuskan dan
melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang lembaga keuangan.
Ketua Bapepam-LK saat ini adalah Nurhaida.
Bapepam-LK merupakan penggabungan dari Badan
Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dan Direktorat Jenderal Lembaga Keuangan.
Saat ini, Bapepam-LK digantikan oleh Otoritas
Jasa Keuangan (OJK) sejak berlakunya Undang-Undang Republik
Indonesia Nomor 21 Tahun 2011.
Akuntansi: Pengertian, Sejarah, Bnetuk Laporan Akuntansi, Siklus Akuntansi, Badan Standar Akuntansi Indonesia
Reviewed by Mildisrup
on
September 03, 2019
Rating:
Reviewed by Mildisrup
on
September 03, 2019
Rating:


No comments: