Bumi sudah penuh. - Mildisrup

Bumi sudah penuh.



                Saya memberikan judul untuk mengawali tulisan ini, tiga kata yang akan menjelaskan tentang abad ini. 
“Bumi sudah Penuh”
Penuh dengan kita, penuh dengan barang-barang kita, penuh dengan sampah kita, penuh dengan permintaan kita. Memang, kita adalah spesies yang brilian dan kreatif, namun kita telah membuat sedikit terllau banyak hal, begitu banyak hingga ekonomi kita kini ebih besar dibandingkan tuan rumahnya, planet kita.
Ini bukan pernyataan filosofis, namun hanya sekedar ilmu pasti berdasarkan fisika, kimia, dan biologi. Ada banyak analisa ilmiah akan hal ini namun semuanya memiliki kesimpulan yang sama yaitu kita hidup melebihi sarana yang ada. Contohnya, para ilmuwan terkenal dari jaringan global menghitung bahwa kita perlu sekitar 1,5 kali Bumi untuk mempertahankan ekonomi kita. Dengan kata lain, untuk terus berjalan dengan laju saat ini kita memerlukan 50% lebih banyak Bumi.
Dalam bahasa keuangan, ini berarti selalu menghabiskan 50% lebih banyak daripada pendapatan, dengan hutang yang semakin banyak  setiap tahun. Namun sudah pasti, kita tidak bisa meminjam sumber daya alam, sehingga kita menghabiskan modal kita atau mencuri dari masa depan.
Saya menulis Bumi sudah penuh, maksud saya beanr-benar sudah penuh, jauh melebihi toleransi kesalahan, jauh melebih dari perdebatan kita mengenai metode pengambilan sumber daya.
Hal ini berarti ekonomi kita tidak dapat bertahan. Saya tidak mengabarkan bahwa hal ini tidak baik atau menyenangkan, atau hal ini buruk bagi beruang kutub dan hutan, walaupun memang kenyataannya demikian. Yang saya ajukan adalah pendekatan kita tidak akan dapat bertahan. Dengan kata lain, berkat hukum fisika, saat sesuatu tidak dapat bertahan, semuanya berhenti. Namun kita mungkin berfikir itu tidak mungkin. Kita tidak dapat menghentikan pertumbuhan ekonomi. Karena itulah yang akan berhenti: yaitu pertumbuhan ekonomi. Itu akan berhenti karena sumber daya perdagangan akan habis, berhenti karena permintaan kita akan sumber daya alam, akan kapasitas, akan sistem dari planet Bumi yang kini mengalami kerusakan ekonomi.
Saat kita berfikir tentang berhentinya pertumbuhan ekonomi, kita meras, “itu tidak mungkin”, karena pertumbuhan ekonomi sangat penting bagi masyarakat kita, sehingga jarang dipertanyakan.
Walaupun pertumbuhan membawa banyak keuntungan gagasan yang paling dasar yang cenderung tidak kita pahami tentang adalah kemungkinan jika hal itu tidak ada.
Walaupun pertumbuhan membawa banyak keuntungan, hal itu didasari gagasan gila, gagasan gila itu adalah bahwa kita bisa mencapai pertumbuhan tidak terbatas di atas planet yang terbatas.
Itu benar-benar gila jika kita pikirkan.
Dan saat Bumi penuh, semuanya maka akan tamat.

Bumi sudah penuh. Bumi sudah penuh. Reviewed by Mildisrup on September 16, 2019 Rating: 5

No comments:

Stay Connected

Powered by Blogger.