Sebuah Pandangan Tumbuhan - Mildisrup

Sebuah Pandangan Tumbuhan




                Ini adalah ide sederhana tentang alam dan saya ingin menulis tentang alam karena selama beberapa hari ini kita banyak membicarakannya. Saya ingin membicarakan tentang tanah, lebah, flora dan fauna. Dan memeberi tahu anda sebuah alat, alat sangat sederhana yang saya temukan sebenarnya alat ini tak lebih dari sebuah kosnep pikiran –ini bukan teknologi- tapi menutur saya alat ii kuat, untuk mengubah hubungan kita dengan alamdan spesiep lain yang kita butuhkan.
                Dan alat itu, sederhanyanya adalah “melihat diri kita sendiri dari sudut pandang flora dan fauna”.
Ini bukan ide saya, orang lain sudah mengungkapkannya, tapi saya coba menggungkapkannya dengan hal baru. Mari saya ceritakan di mana sama menemukannya.
Sepeerti kebanyakan ide dan alat-alat yang saya pakai, saya menemukannya ketika berkhayal. Saya berkhayal sebagai petani kebun yang tekun. Dan suatu hari saya ingin menanam pohon apel. Di awal musim hujan. Dan akhirnya pohon apel itu siap berbuah dalam beberapa tahun kemudian. Saat itu saya melihat lebah di pohon apel saya.  Dan saya melihat ini semua mulai bertanya “apa persamaan antara saya dan lebah itu?” “bagaimana persamaan dan perbedaaan peran kami di kebun ini?” dan saya menyadari kami punya kesamaan.
Yang pertama, kami menyebarkan gen satu spesies saja dan tidak yang lain. Dan kami berdua “saya dan lebah” mungkin saja, bila saya dapat membayangkan sudut pandnag lebah, berfikir bahwa kamilah yang membuat keputusan di sini. Saya memutuskan pohon jenis apa yang mau saya tanam. Saya memilih apel atau apapun lainnya.
Tetapi, lebah itu, pastinya, menganggap bahwa dia telah memutuskan, saya akan pergi ke pohon apel itu, pergi ke bunya pohon, saya akan mengambil nektarnya dan pergi.
Kita “ saya dan lebah” punya pemikiran bahwa kita tahu siapa diri kita, bahwa kita adalah puasa di alam, lebah itu juga saya. Saya nenanam pohon, menyirainya dan menernak hewan. Dan saya mulai berfikir?
“bagaimana bila pemikiran itu tak lebih dari pendapat menyombongkan diri sendiri?” karena pasti lebah itu berfikir dia yang berkuasa. Dan kita “manusia” tahu lebih dari itu. Kita tahu apa yang terjadi antara lebah dan bunga itu adalah “lebah ditipu dengan cerdiknya bunya apel itu”.
Dan ketika kita bilang ditipu, kita berbicara dalam pengertian manusia, yak an? Maksud saya bunya itu telah mengembangkan kumpulan sifat yang khas seperti warna, wangi, rasa, pola, yang telah memancing lebah itu datang. Dan lebah itu dengan cerdiknya untuk mengambil nektarnya, sekaligus membawa sebagian tepung sari di kakinya, dan pergi ke bunga lain. Lebah itu bukan pemimpin di sana, lalu saya sadar, saya juga bukan pemimpin di sini.
Saya telah dibujuk oleh pohon apel itu, bukannya jenis pohon lainnya, untuk menanamnya, untuk menyebarkan gennya, memberikan tempat hidup baginya.
Ketika saya menyadari itu, apa yang akan kita lakukan?
Bila kita melihat diri kita sendiri dari sudut pandang spesies lain yang mempekerjakan kita? Tiba-tiba pertanian Nampak bukan sebagai penemuan bukan teknologi manusia, tapi perkembangan ke-evolusioner, dimana sekelompok spesies sangat cerdas, terutama rumput yang dapat dimakan, telah mengekspoitasi kita “manusia”, mereka menemukan cara membuat kita membersihkan hutan. Kompetisi rumput dengan tumbuhan lainnya membuat di tidak berkembang. Tapi, tiba-tiba semuanya terlihat berbeda.tiba-tiba memotong rumput halaman jadi pengalaman yang sangat berbeda.
Saya mulai berfikir bahwa halaman rumput adalam alam yang ditindas oleh budaya manusia. Halaman rumput adalah pemandangan totaliter. Ketika kita memotongnya kita sednag menekan spesies rumput dengan kejam, tidak membiarkannya berbiji, atau mati. Itulah halaman rumput yang sebenarnya.
Tapi lalu saya menyadari, “tidak, inilah yang sebenarnya diinginkan rumput-rumput itu dari kita”
Manusia dibodohi. Saya dibodohi rumput-rumput itu, yang tujuan hidupnya adalam mengalahkan pohon. Yang bersaing berebut sinar matahari dengan mereka. Dengan membuat kita memotong rumput, kita membuat pohon-pohon tidak tumbuh,


Sebuah Pandangan Tumbuhan Sebuah Pandangan Tumbuhan Reviewed by Mildisrup on September 16, 2019 Rating: 5

No comments:

Stay Connected

Powered by Blogger.