Bahaya Dari Perubahan Iklim - Mildisrup

Bahaya Dari Perubahan Iklim



amazon burn. sumber : pixabay.com
                Planet bumi tampaknya mengalami perubahan dalam beberapa hal. Perubahan iklim ini mengakibatkan beberapa hal penting dalam hidup manusia. Hal ini bisa menjadi kepunahan masal yang sangat mengerikan, bisa sangat mirip dengan kepunahan masal zaman dinosaurus karena tabrakan asteroid. Tetapi berbeda dengan zaman dinosaurus, kini kepunahan masal disebabkan oleh aktifitas manusia sendiri.

Secara historis, kepunahan massal disebabkan oleh peristiwa bencana seperti tabrakan asteroid. Kali ini, aktivitas manusia - termasuk deforestasi, pertambangan, dan emisi karbon dioksida - yang harus disalahkan. Hal ini menyebabkan Katak dan serangga mati dengan cepat, spesies hewan mengalami "penghancuran biologis,".

Sebuah laporandari PBB menemukan bahwa hingga 1 juta spesies terancam punah. Tren kepunahan ini mengenai fauna global di berbagai bidang, karena lautan yang lebih panas, penggundulan hutan, dan perubahan iklim mendorong populasi hewan turun dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Menurut sebuah studi tahun 2014, tingkat kepunahan saat ini 1.000 kali lebih tinggi daripada jika manusia tidak ada. Sebuah ringkasan dari laporan PBB yang dirilis bulan lalu dengan kata lain: "Tindakan manusia mengancam lebih banyak spesies dengan kepunahan global sekarang daripada sebelumnya," tulis para penulis. Laporan itu, yang menilai keadaan keanekaragaman hayati planet kita, menemukan bahwa hingga 1 juta spesies tumbuhan dan hewan menghadapi kepunahan, banyak dalam beberapa dekade, karena aktivitas manusia.

Penelitian terbaru lainnya telah menghasilkan kesimpulan yang serupa: Sebuah studi tahun 2017 menemukan bahwa spesies hewan di seluruh dunia mengalami "penghancuran biologis" karena tidak bisa bertahan hidup dengn lingkungan yang baru.

Sebuah studitahun 2017 mengamati populasi hewan di seluruh planet ini dengan memeriksa 27.600 spesies vertebrata - sekitar setengah dari total keseluruhan yang kita tahu ada. Mereka menemukan bahwa lebih dari 30% dari mereka mengalami penurunan. Beberapa spesies menghadapi kehancuran total, sementara populasi lokal lainnya punah di daerah tertentu. Itu masih memprihatinkan, karena penulis penelitian mengatakan kepunahan lokal ini merupakan "pendahuluan kepunahan spesies."

Menurut Internationalfor Conservation of Nature Red List, lebih dari 27% dari semua spesies yang dinilai di planet ini terancam punah. Saat ini, 40% amfibi, 25% mamalia, dan 33% terumbu karang terancam. IUCN memperkirakan bahwa 99,9% spesies yang terancam punah dan 67% dari spesies yang terancam punah akan hilang dalam 100 tahun ke depan.

Laporan PBB memperkirakan bahwa 40% spesies amfibi, lebih dari 33% dari semua mamalia laut dan karang pembentuk terumbu, dan setidaknya 10% spesies serangga terancam. Para peneliti juga menemukan bahwa lebih dari 500.000 spesies darat sudah tidak memiliki habitat alami yang cukup untuk memastikan kelangsungan hidup jangka panjang mereka.

Sebuah studiyang diterbitkan awal tahun ini menemukan bahwa massa total semua serangga di planet ini berkurang 2,5% per tahun. Jika tren itu terus berlanjut, Bumi mungkin tidak memiliki serangga sama sekali pada tahun 2119. "Dalam 10 tahun Anda akan memiliki seperempat lebih sedikit, dalam 50 tahun hanya setengahnya, dan dalam 100 tahun Anda tidak akan memiliki seperempat," Francisco Sánchez-Bayo, salah satu penulis penelitian.

Dengan berbagai fakta ini apakah kita akan diam saja? Bukankah ini tugas setiap orang dibumi untuk saling menjaga antar makhluk hidup?

Bahaya Dari Perubahan Iklim Bahaya Dari Perubahan Iklim Reviewed by Mildisrup on October 23, 2019 Rating: 5

No comments:

Stay Connected

Powered by Blogger.