Evolusi : Manusia dan Ikan. - Mildisrup

Evolusi : Manusia dan Ikan.



                Kalau kita berevolusi dari monyet mengapa masih ada monyet? Ya, karena kita bukan monyet, kita adalah ikan. Sekarang, tahu kita adalah ikan dan bukan monyet, sebenarnya sangatlah penting untuk mengerti dari mana kita berasal. Prosanta Chakrabarty  adalah salah satu pengajar kelas biologi evolusioner di AS, dia mengajarkan yang berbeda dan melihat sudut pandnag yang agak diketahui oleh sebagian orang.

                Dalam memahami evolusi yang baik, kita harus menghilangkan mitos yang tertanam, karena tanpa memahaminya, banyak kita diajari evolusi dengan keliru. Contohnya, kita diajari untuk mengatakan “teori evolusi”. Sebenarnya ada banyak teori, dan seperti prosesnya sendiri, yang paling sesuia dengan data adalah bertahan sampai hari ini. Salah satu yang terkenal adalah seleksi alam Darwin.

                Teori seleksi alam Darwin itu adalah proses di mana organisme yang paling cocok dengan lingkungan bertahan hidup dan bereproduksi, sementara yang kurang cocok meninggal secara perlahan. Hanya itu. Evolusi semudah itu, dan itulah faktanya. Evolusi adalah sebuah fakta seperti “teori gravitasi”. Kita dapat membuktikannya dengan mudah. Kita hanya perlu melihat pusar kita sendiri yang juga dimiliki oleh mamalia plasental, atau tulang punggung kta yang dimiliki vertebrata lainnya, atau DNA kita yang juga dimiliki semua makhluk lain di Bumi. Ciri-ciri itu tidak muncul pada manusia. Mereka diwariskan dari nenek moyang yang berbeda kepada semua keturunannya, tidak hanya kita.

Tapi itu bukan cara kita belajar Biologi pada awalnya, kan?

                Kita belajar bahwa tumbuhan dan bakteri adalah makhluk primitive, dan ikan berevolusi menjadi amfibi kemudian reptile dan manusia, akhirnya manusia makhluk paling sempurna pada garis evolusi yang terakhir. Tapi, makhluk hidup tidak berevolusi pada satu garis, dan tidak berakhir dengan kita manusia.

Sumber : Pixabay.com

Tapi kita selalu ditunjukkan evolusi yang digambarkan sedemikian rupa, monyet dan simpanse, beberapa manusia purba, semua maju dengan gerakan stabil menajdi kita. Tapi mereka tidak menjadi kita lebih daripada kita akan menjadi mereka. Kita bukanlah tujuan dari evolusi.

Tapi mengapa itu begitu penting?

Mengapa kita perlu mengerti evolusi dengan benar?

Yah, kesalahanpahaman tentang evolusi telah mengakibatkan banyak masalah, tapi kita tidak bisa menjawab pertanyaan abadi ini. Yaitu:

“Dari mana kita berasal?”

Tanpa kita mengerti evolusi dengan benar. Kesalahpahaman ini telah mengakibatkan banyak pandangan yang berbelit dan salah mengenai bagaimana kita memperlakukan makhluk hidup lain di Bumi, dan perlakuan antar sesame dalam hal ras dan jenis kelamin.

Jadi, mari kita kembali ke awal penciptaan Bumi. Gambar di atas adalah organisme uniseluler dari mana kita berasal. Pada mulanya, ia melahirkan makhluk hidup uniseluler lainnya. Tapi mereka masih berevolusi sampai hari ini, dan sebagian berkata Archaea dan bakteri yang membentuk sebagian besar grup ini adalah yang paling sukses di planet. Mereka tentu akan selalu berada di sini setelah kita.

Menurut ilmuwan umur Bumi sekitar 4,5 Miliar tahun yang lalu. Sekitar 3 miliar yang lalu, organisme multiseluler muncul, seperti jamur, tumbuhan, dan hewan. Hewan pertama yang memiliki tulang belakang adalah ikan. Jadi secara teknis, semua hewan vertebrata adalah ikan. Kamu dan saya adalah ikan.

Saya akan memperingati kamu. Satu garis keturunan ikan naik ke daratan dan berevolusi menjadi : mamalia dan reptile. Beberapa reptile berevolusi menjadi burung, beberapa mamalia menjadi primata, beberapa primate menajdi monyet berekor, dan yang lainya menjadi kera besar, termasuk berbabagi spesies manusia.

Jadi kita tahu, kita tidak berevolusi dari monyet, tapi nenek moyng kita sama dengan mereka. Sementara, makhluk hidup di sekitas kita terus berevolusi; lebih banyak bakteri, lebih banyak jamur, lebih banyak ikan, ikan, dan ikan.

Ketika makhluk hidup berevolusi ada juga yang punah. Kebanyakan spesies hanya bertahan selama beberapa juta tahun. Kebanyakan makhkluk hidup di Bui yang kita lihat hari ini kira-kira seusia spesies kita. Jadi sombong dan egois jika kita berfikir, “oh, tombuhan dan bakteri bersifat primitif”. Dan kita sudah berevolusi sedemikian waktu, kitalah yang istimewa.

Bayangkan kehidupan seperti sebuah buku, tentunya buku yang belum selesai ditulis. Kita hanya melihat beberapa halaman terakhir dari setiap bab. Jika kita memperhatikan 8 juta spesies yang hidup dengan kita di Bumi. Bayangkan bahwa mereka telah berevolusi selama bermiliar-miliar tahun. 

Mereka semua adalah hasil evolusi. Bayangkan kita sebagai sebuah daun muda dari pohon kehidupan yang raksasa, kita dihubungkan oleh cabang tak terlihat, tidak hanya satu sama lain, tapi dengan saudara kita yang sudah punah dan nenek moyang kita.

Kita harus lebih banyak belajar tentang siapa kita dan dari mana kita berasal.  

Evolusi : Manusia dan Ikan. Evolusi : Manusia dan Ikan. Reviewed by Mildisrup on October 09, 2019 Rating: 5

1 comment:

Stay Connected

Powered by Blogger.