Sumber: Sains Kompas
Bintang merupakan objek luar angkasa yang memancarkan cahaya sendiri (wikipedia). Dalam Astronomi, bintang memiliki arti "semua benda masif yang bermassa antara 0,08 hingga 200 massa matahari) yang sedang dan pernah melangsungkan pembangkitan energi melalui reaksi fusi nuklir. Maksudnya ada kalanya bintang berhenti melakukan reaksi fusi nuklir saat berubah jadi bintang katai putih ataupun bintang neutron, mereka sudah tidak lagi memancarkan cahaya tapi masih disebut bintang karena sebelumnya pernah memancarkan cahaya sendiri.
Kalau kamu masih beranggapan bahwa bintang adalah benda langit bercahaya yang kamu lihat di langit malam, maka kamu sedikit keliru. Dan kadang-kadang bukan cuma bintang yang kita lihat di langit malam, planet juga bisa kita lihat dilangit malam, bedanya planet tidak berkelap kelip jika dilihat dari bumi sedangkan bintang berkelap-kelip karena adanya turbulensi atmosfer. Sebab ada juga bintang yang bis saaat kita lihat di siang hari yaitu Matahari, iya matahari yang jadi pusat tata surya kita ini adalah satu dari sekian banyak bintang yang ada di angkasa. Diluaran sana masih banyak bintang sejenis matahari-yang jaraknya sangat jauh. Bintang yang kita lihat di langit malam justru hanya bintang yang sudah mati tapi cahaya nya baru sampai ke bumi. Bahkan ada bintang yang sudah meledak jadi supernova tapi cahaya nya baru sampai ke bumi 170 ribu tahun setelahnya.
Menurut para peneliti, setiap jam selalu ada bintang yang mati di angkasa, kalau bintang bisa mati-dari mana mereka lahir? tumbuh, berkembang dan melalui fase hidupnya? Berikut ini adalah gambaran umum dari daur hidup bintang,
Sumber: Info Astronomy
1. Proto Bintang
Bintang lahir dari kumpulan debu bercahaya bernama Nebula yang kemudian mengalami keruntuhan gravitasi-keruntuhan gravitasi ini bisa disebabkan dari ledakan supernova (kematian bintang). Awan Nebula ini berbentuk menjadi potongan-potongan kecil yang berkerumun, tiap potongan menghasilkan energi potensial gravitasi dalam bentuk panas, semakin panas hingga membentuk bola berputar super panas yang disebut dengan proto star (janin bintang). Fase proto bintang ini terjadi dalam kurun waktu 100.000 tahun.
2. Jika cukup masa jadi bintang deret utama jika tidak jadi Katai coklat
Jika fase ini terlalui tapi tidak memperoleh cukup masa, ia akan jadi bintang gagal atau katai coklat (brown dwarf), sederhana nya katai coklat adalah bayi bintang prematur yang gagal melakukan reaksi fusi sehingga tidak bisa bersinar, ukuran nya terlampau besar untuk jadi planet tapi terlampau kecil untuk jadi bintang.
Bintang yang lebih kecil dari 1/10 ukuran Matahari tapi lebih besar dari Katai Coklat disebut sebagai Katai Merah, Katai merah ini cenderung dingin (kurang dari 3.500 K).
Jika fase ini terlalui dan memperoleh cukup masa, maka ia akan mampu menyatukan atom hidrogen dan helium, proses pengubahan atom hidrogen jadi helium ini yang disebut reaksi fusi nuklir yang menyebabkan bintang bercahaya, semakin besar ukuran bintang semakin lama fase dimana ia menempati deret utama. Besar bintang deret utama dimulai dari 1/10 ukuran Matahari hingga 200 kali ukuran Matahari. Bintang seukuran Matahari dapat berada di bintang deret utama selama 10 milyar tahun.
3. Raksasa Merah (Red Giant)
Jika bintang telah melalui fase bintang deret utama, dia akan mengembang menjadi raksasa merah, temperaturnya mendingin dan jadi serapuh buih sabun. Pada fase ini reaksi fusi telah berhenti dan gravitasi yang mengambil alih, suhunya menjadi lebih rendah dan memasuki spektrum merah sehingga disebut sebagai raksasa merah.
Jika bintang telah melalui fase bintang deret utama, dia akan mengembang menjadi raksasa merah, temperaturnya mendingin dan jadi serapuh buih sabun. Pada fase ini reaksi fusi telah berhenti dan gravitasi yang mengambil alih, suhunya menjadi lebih rendah dan memasuki spektrum merah sehingga disebut sebagai raksasa merah.
Berkenalan dengan Bintang
Reviewed by Astarinis
on
October 14, 2019
Rating:
Reviewed by Astarinis
on
October 14, 2019
Rating:





No comments: