![]() |
| Time. Sumber : Pixabay.com |
Keberhasilan A Brief History menunjukkan
bahwa ada minat tersebar luas terhadap pertanyaan-pertanyaan besar, seperti: dari
mana kita datang? Dan mengapa alam semesta seperti ini adanya?
Saya Telah menemukan kesempatan
untuk memperbarui buku ini dan memasukkan kemajuan teoritis dan pengamatan
sejak buku A Brief History of Time terbit pada April 1988. Saya
Tambahkan bab baru mengenai lubang cacing (wormhole) dan perjalanan
lintas waktu. Teori Relativitas Umum Enstein kelihatan membuka kemungkinan kita
bisa menciptakan dan memelihara lubang cacing, tabung-tabung kecil yang
menghubungkan berbagai bagian ruang-waktu.
Jika benar bisa demikian, boleh jadi
kita bisa gunakan lubang cacing untuk berpergian cepat dalam galaksi atau
kembali ke masa lampau. Tentu saja, kita belum pernah melihat orang dari masa
depan tapi saya membahas satu kemungkinan penjelasannya.
Saya juga jabarkan kemajuan yang
dicapai akhir-akhir ini dalam menemukan “dualitas” atau korespondensi antara
teori-teori fisika yang sepintas agak berbeda. Korespondensi itu merupakan
pertanda kuat bahwa kesatuan teori fisika yang lengkap itu ada, tapi juga
memberi kesan bahwa boleh jadi teori itu mustahil dijabarkan dalam satu rumus
dasar saja. Sebaliknya, barangkali kita harus menggunakan berbagai sisi teori
dasar itu di berbagai situasi.
Mungkin saja dengan kita tak bisa
menggambarkan seluruh permukaan Bumi di satu peta dan harus memakai peta yang
berbeda-beda di berbagai daerah. Itu merupakan revolusi dalam pandangan kita
mengenai pemersatuan hokum-hukum sains, tapi perkara paling pentingnya tak
berubah: bahwa alam semesta diatur oleh satu set hokum rasional yang kita bisa
temukan dan pahami.
Dalam hal pengamatan, sejauh ini
perkembangan paling penting adalah pengukuran fluktuatif radiasi latar
gelombang mikroskop oleh COBE (Satelit Cosmic Background Explorer) dan
kolaborasi lainnya. Fluktuasi tersebut adalah jejak saat penciptaan, ketidakteraturan
kecil asali di alam semesta muda yang sebagian besarnya seragam dan mulus yang
kemudian tumbuh menjadi galaksi, bintang, dan semua benda yang kita lihat
sekitar.
Bentuknya cocok dengan prediksi gagasan bahwa alam semesta tak
punya batas atau ujung dalam arah waktu imajiner, tapi masih diperlukan
pengamatan lebih lanjut untuk membedakan gagasan itu dengan berbagai penjelasan
lain di latar belakang. Tapi dalam beberapa tahun ke depan kita akan tahu
apakah kita bisa percaya bahwa kita hidup dalam alam semesta yag sepenuhnya
utuh sebagai dirinya sendiri (self-contained) serta tanpa permulaan
maupun akhir.
Stehen
Hawking
Sebuah Kata Pengantar A Brief History Of Time
Reviewed by Mildisrup
on
December 28, 2019
Rating:
Reviewed by Mildisrup
on
December 28, 2019
Rating:


No comments: