Satu konsekuensi relativitas lain yang sama
luar biasanya adalah secara teori itu merevolusi gagasan kita mengenai ruang
dan waktu. Dalam teori Newton, jika Seberkas cahaya dikirim dari suatu tempat
ke tempat lain, pengamat yang berbeda-beda bakal sepakat perihal waktu yang
diperlukan untuk menempuh perjalanan karena waktu bersifat mutlak, tapi tak
selalu sepakat mengenai sejauh mana Cahaya bergerak karena ruang bersifat tak
mutlak.
Karena kecepatan cahaya adalah jarak yang
ditempuh dibagi waktu perjalanan, maka pengamat yang berbeda-beda akan mengukur
kecepatan cahaya yang berbeda-beda. Di pihak lain, dalam relativitas, semua
pengamat harus sepakat mengenai kecepatan cahaya. Tapi mereka masih tak sepakat
dalam hal jarak yang ditempuh cahaya, sehingga mereka pun jadi tak sepakat
dalam waktu yang diperlukan menempuh perjalanan. Waktu didapat dari jarak yang
ditempuh yang telah disepakati para pengamat dibagi kecepatan cahaya ya yang
disepakati para penggemar. Dengan kata lain, teori relativitas mengakhiri
gagasan waktu mutlak! Kelihatannya tiap pengamat punya pengukuran waktu
sendiri, sebagaimana dicatat oleh arloji yang dibawa, dan bahwa arloji yang sama
yang di bawah berbagai pengamat tidak mesti mencatat waktu yang sama.
Tiap pengamat dalam menggunakan Radar untuk
mengatakan dimana dan kapan Suatu peristiwa terjadi dengan mengirim denyut
gelombang cahaya atau radio. Bagian denyut dipantulkan ke peristiwa dan
pengamatan mengukur Kapan waktu gempa nya diterima. Waktu terjadinya peristiwa
dianggap sebagai setengah jangka waktu antara pengiriman dan penerimaan denyut:
jarak Peristiwa adalah setengah jangka waktu yang dibutuhkan untuk perjalanan
bolak-balik, dikali kecepatan cahaya. Dalam pengertian ini, suatu peristiwa
adalah suatu yang terjadi di suatu titik dalam dalam ruang pada saat tertentu
dalam waktu. Gagasan itu ditunjukkan di sini, dalam contoh diagram ruang waktu.
Menggunakan prosedur itu, para pengamat
yang bergerak relatif terhadap satu sama lain akan mencatat waktu dan posisi
yang berbeda pada peristiwa yang sama. Tak ada pengukuran pengamat tertentu
yang lebih benar dari pada pengukuran pengamat lain, tapi semua pengukuran
berhubungan. Pengamat manapun bisa mengetahui dengan persis waktu dan posisi
yang dicatat pengamat lain terhadap suatu peristiwa, asal dia tahu kecepatan
relatif pengamat tersebut.
Sekarang kita menggunakan metode itu untuk
mengukur jarak dengan tepat, karena kita bisa mengukur waktu lebih tepat
daripada panjang. 1 meter didefinisikan sebagai jarak yang di tempuh cahaya
selama 0,000000003335640952 detik, sebagaimana diukur oleh arloji
cesium. Alasan memilih angka tersebut adalah karena ukurannya sama dengan
definisi m historis yakni jarak antara dua tanda di atas 1 Batang platinum yang
disimpan di Paris. Kita juga bisa menggunakan satuan panjang baru yang lebih
praktis, bernama detik cahaya light second. 1 detik cahaya didefinisikan
sebagai jarak yang ditempuh cahaya dalam 1 detik. Dalam teori relativitas, kita
sekarang bening finish ikan jarak dengan waktu dan kecepatan cahaya, sehingga
secara otomatis tiap pengamat akan mengukur bahwa cahaya memiliki kecepatan
yang selalu sama menurut definisinya 1 M per 0, 0000000033335640952 detik.
Tak perlu diajukan gagasan, yang keberadaannya memang tak bisa dideteksi
sebagaimana ditunjukkan percobaan michelson-morley. Namun teori relativitas
memaksa kita mengubah cara mendaftar gagasan kita mengenai ruang dan waktu.
Kita harus menerima bahwa waktu tak sepenuhnya terpisah dari ruang, tapi malah
berpadu dengan ruang untuk membentuk objek bernama ruang waktu (Space time is
time.)
Berdasarkan pengalaman biasa, posisi suatu
titik dalam ruang bisa dijabarkan dengan 3 angka atau koordinat. Contohnya,
bisa dikatakan bahwa suatu titik dalam ruang terletak 7 kaki dari satu dinding,
3 kaki dari dinding lain, dan 5 kaki di atas lantai. Atau dapat ditunjukkan
dalam satu. Berada di garis bujur dan 5 tertentu di ketinggian tertentu diatas
permukaan laut. Kita bebas menggunakan sembarang 3 koordinat, walau
jangkauannya terbatas. Posisi bulan tak bisa ditunjukkan dengan hitungan Berapa
mil sebelah Utara dan Barat piccadilly circus dan berapa kaki diatas permukaan
laut. Posisi bulan bisa dijabarkan dengan jarak dari matahari, jarak dari
bidang orbit planet-planet, serta sudut antara garis bulan matahari dan garis
matahari ke bintang yang dekat dengan alfa centauri. Koordinat-koordinat itu
pun kiranya tak banyak berguna dalam menjabarkan posisi matahari atau posisi
galaksi kita dalam kelompok galaksi terdekat. Sebetulnya, seluruh alam semesta
bisa dijabarkan sebagaimana gabungan petak-petak yang saling tumpang tindih. Di
tiap petak, bisa digunakan digunakan sel 3 koordinat yang berbeda-beda untuk
menunjukkan posisi satu.
Sesuatu yang terjadi di suatu titik
tertentu dalam waktu dan waktu tertentu. Jika peristiwa bisa ditunjukkan dengan
4 angka atau koordinat. Sekali lagi, pilihan koordinat bisa semaunya. 2 semua
koordinat ruang yang jelas definisinya dan semua pengukuran waktu bisa dipakai.
Dalam relativitas, tak ada perbedaan antara sembarang dua koordinat ruang. Bisa
saja dipilih set koordinat baru di mana, misalnya koordinat ruang pertama yang
baru adalah kombinasi koordinat ruang pertama dan kedua yang lama. Contohnya,
ketimbang mengukur posisi satu titik di bumi dengan menghitung Berapa mil
sebelah Utara dan Barat piccadilly, bisa juga digunakan hitungan Berapa mil
sebelah timur laut dan barat laut picadilly. Selain itu, dalam relativitas
dapat digunakan koordinat waktu baru yang memerlukan waktu lama hitungan detik
ditambah jarak hitungan detik cahaya sebelah utara picadilly.
Ada gunanya berpikir mengenai empat
koordinat suatu peristiwa sebagai petunjuk posisinya dalam ruang 4 dimensi yang
disebut ruang waktu. Mustahil membayangkan ruang 4 dimensi. Sendiri saja susah
membayangkan ruang tiga dimensi! Tapi menggambarkan ruang 2 dimensi, seperti
permukaan bumi itu mudah. Permukaan bumi itu dua dimensi karena posisi satu
titik bisa ditunjukkan oleh 2 koordinat bujur dan lintang. Saya akan lebih
banyak di gunakan diagram yang menunjukkan waktu meningkat ke atas dan salah
satu dimensi ruang ditunjukkan horizontal: dimensi ruang lain di abaikan atau
kadang salah satunya ditunjukkan dengan perspektif. Diagram itu disebut diagram
ruang waktu seperti gambar 2.1.
Contohnya, gambar di atas waktu diukur di
sumbu vertikal dengan hitungan tahun dan jarak antara Matahari dan Alpha
centauri diukur di sumbu horizontal dengan hitungan mil. Jalur matahari dan
Alpha centauri melalui ruang waktu ditunjukkan dengan garis-garis vertikal di
kiri dan kanan diagram. Seberkas cahaya dari matahari mengikuti garis diagonal,
dan membutuhkan 4 tahun untuk bergerak dari matahari ke Alfa centauri.
Seperti telah kita lihat, persamaan
persamaan Maxwell memprediksi bahwa kecepatan cahaya harus selalu sama,
berapapun kecepatan sumbernya, dan prediksi itu telah dibenarkan dengan
pengukuran yang akurat. Dengan demikian, jika Seberkas cahaya dipancarkan pada
waktu tertentu di suatu titik dalam ruang, seiring waktu berjalan Cahya itu
akan menyebar dengan bentuk bola yang ukuran dan posisi nya tak berkait
kecepatan sumber. Sesudah satu per 1000000 detik, cahaya akan menyebar
membentuk bola yang jari-jarinya 300 m: sesudah 2 1000000 detik ada, jari-jari
bola yaitu 600 M. 2 dan seterusnya. Cahaya itu jadi seperti riak yang menyebar
di permukaan kolam ketika ada batu dicemplungkan. Riak menyebar sebagai
lingkaran-lingkaran yang terus menyebar seiring waktu. Jika foto-foto riak pada
berbagai waktu ditumpuk, maka lingkaran-lingkaran riak yang terus membesar
menyusun kerucut yang puncaknya berada di tempat dan waktu waktu dicemplungkan
ke dalam air.
Dengan cara yang sama, cahaya yang menyebar
dari satu peristiwa membentuk kerucut 3 dimensi di ruang waktu 4 dimensi.
kerucut itu disebut kerucut cahaya Masa Depan peristiwa. Kita juga bisa
menggambar kerucut lain disebut kerucut cahaya masa lalu, yang merupakan
peristiwa masa lalu yang menyebabkan Seberkas Cahaya dapat mencapai peristiwa
tertentu.
Dengan adanya satu peristiwa,P, semua
peristiwa lain di alam semesta bisa dibagi menjadi tiga kelompok.
Peristiwa-peristiwa yang bisa dicapai oleh Zarah partikel atau gelombang yang
bergerak pada atau di bawah kecepatan cahaya dari peristiwa P dikatakan berada
pada masa depan P. Peristiwa-peristiwa itu akan berada di dalam atau di atas
bola cahaya yang terus meluas, yang memancar dari peristiwa P titik hanya peristiwa-peristiwa
pada masa depan P yang bisa dipengaruhi apa yang terjadi pada P karena tak ada
yang bisa bergerak lebih cepat daripada cahaya.
Demikian pula, masa lalu bisa didefinisikan
sebagai suatu peristiwa yang bisa menjadi titik awal gerak partikel atau
gelombang dengan kecepatan cahaya atau dibawahnya untuk mencapai peristiwa p.
Maka semua Peristiwa itu bisa mempengaruhi apa yang terjadi pada P dan t.
Peristiwa-peristiwa yang terletak pada masa depan atau masa lalu Dikatakan
terletak di sini masa kini.
Yang terjadi pada peristiwa-peristiwa itu
tak bisa mempengaruhi atau dipengaruhi apa yang terjadi pada P. Contohnya, jika
matahari berhenti bersinar sekarang juga, kejadian itu tak akan berpengaruh
kepada peristiwa-peristiwa di bumi pada waktu yang sama karena
peristiwa-peristiwa itu bakal berada di sisi lain peristiwa berhenti bersinar
matahari. Dengan kata lain jika matahari berhenti di detik pertama maka di bumi
akan merasakan Di menit 8 lewat 1 detik karena jarak yang dibutuhkan cahaya
dari matahari ke bumi berjumlah 8 menit.
Kita bakal baru tahu sesudah 8 menit, waktu
yang diperlukan cahaya untuk mencapai kita dari matahari. Baru sesudah 8 menit
itulah peristiwa-peristiwa di bumi berada dalam kerucut Cahaya Masa Depan
peristiwa matinya matahari. Dengan cara yang sama, kita tak tahu apa yang
terjadi pada pada saat ini di tempat-tempat yang terletak lebih jauh di alam
semesta: cahaya yang kita lihat dari galaksi galaksi dan jauh meninggalkan
galaksi galaksi itu jutaan tahun yang lalu, dan dalam kasus benda paling jauh
yang pernah kita lihat, cahaya dari sana berangkat sekitar 8 miliar tahun lalu.
Jadi, ketika kita memandang alam semesta tanda kita sedang memandang masa lalu.
A Brief History of Time: Ruang dan Waktu (2)
Reviewed by Mildisrup
on
January 06, 2020
Rating:
Reviewed by Mildisrup
on
January 06, 2020
Rating:







No comments: