![]() |
| Light. Sumber : Piabay.com |
Setiap kali singularitas
mendadak muncul dalam sebuah persamaan, kita bahkan fisikawan mendapatkan
masalah. Namun, ketika dalam kipr awalnya Stefen Hawking menguraikan masalah
singlaritas dalam persamaan Enstein, beberapa terobosan luar biasa terjadi.
Singularitas adalah momok. Setiap
kali singularitas mendadak muncul dalam sebuah persamaan matematika, kuantitas
yang diwalikinya akan melejit hingga tak terbatas, dan persamaan itu menjadi
tidak masuk akal. Masalhnya singularitas muncul dalam persamaan yang
munguraikan kelahiran alam semesta: Teori gravitasi Einstein.
Pada awal 1960-an, seorang
mahasiswa pascadoktoral muda Cambridge yang bernama Stephen hawking merenungkan
hal yang sangat meresahkannya ini. Hawking jatuk cinta pada kosmologi, ilmu pengetahuan
tentang asal mula, evolusi, dan akhir Alam semesta. Pada tahun 1917, Albert
Enstein memaparkan sebuah teori baru, yakni teori gravitasi yang dikenal juga
sebagai teori Relatifitas Umum, untuk menjelaskan system gravitasi terbesar
yang bisa dipikirkannya: seluruh alam semesta. Namun, sebagaimana pendahulunya,
Isaac neowton, Enstein terikat pada gagasan tentang alam semesta yang statis,
dengan bintang-bintang dan galaksi-galaksi yang menggantung di ruang angkasam
tanpa pernah mengalami perubahan, sepanjang waktu. Karena itulah, Enstein
melewatkan hal penting dalam persamananya sendiri, yaitu bahwa alam semesta
pada dasarnya tak diam dan harus selalu bergerak.
![]() |
| Worm Hole. Sumber: Piaxabay.com |
Dari Enstein Hingga Hawking.
Pada 1920-an, hal ini didasari
secara terpisah oleh ahli fisika Rusia, Aleksandr Friedmann, dan ahli fisika
Beelgia yang juga pendeta Katolik, Goerge Abbe Lemaitre. Alam Semesta berevolusi,
yang oleh keduanya ditemukan tersembunyi di dalam persamaan Einstein, dinamakan
alam semesta Friedmann-Lemaetre. Kini, bagaimanapun, hamper semua orang
memberinya julukan lain : alam semesta Big Bang.
Bukti pengamatan bahwa kita
emang hidup di Alam Semesta berevolusi didapatkan 1929. Ketika sedang bekerja
dengan teleskop terbesar di dunia saat itu. Teleskop Hooker berukuran 100 inci
di gunung Wilson, astronom Amerika Hubble, menemukan bahwa alam semesta mengembang,
dan pembangunannya galaksi berbintang semacam Bima Sakti kita melayang saling
menjauh bagaikan serpihan-serpihan kosmik setelah ledakan mahadahsyat terjadi.
Jika pengembangan Alam Semesta
dibayangkan dengan alur mundur, seperti sebuah film yang diputer mundur, kita
akan tiba pada sebuah momen yang kini diketahui terjadi 13,82 miliar tahun
silam menurut ilmu pengetahuan sekarang. Ketika semua materi terkumpul di dalam
sebuah volume kecil padat. Ini adalah momen kelahiran Alam semesta : Big Bang.
Gagasan tentang alam semesta
yang muncul begitu saja memang sangat menjemukan, dan sebagian besar ilmuwan
pada 1960-an tidak memercayai teori Big Bang. Untungnya, terdapat cara untuk
menghindarinya. Syaratnya saat galaksi saling menjuh, terdapat materi-materi
baru yang bermunculan dari kehampaan dan membentuk galaksi-galaksi baru untuk
mengisi kekosongan. Meskipun terus mengembang, Alam Semesta masih akan terlihat
sama sepanjang waktu an senantiasa tua, dan terhindar dari pertanyaan memalukan
“apa yang terjadi sebelum Big Bang?” namun, teori “keadaan lunak” ini, yang
digagas oleh astronem Inggris, Sir Fred Hoyle, akan dihantam habis-habisan pada
1965 oleh penemuan tentang gelombang mikro latar belakang kosmik, radiasi “pendaran”
yang ditinggalkan oleh ledakan Big Bang.
Inilah yang ketika itu menjadi
latar belakang saintifik ketika Hawking memulai penelitian pascadoktoralnya. Di
dalam benaknya, dia membayangkan pengembangan Alam Semesta dalam alur mundur. Ketika
Alam Semesta menyusut, materi semakin padat. Seperti yang diketahui oleh siapa
pun yang pernah memompa ban sepeda, suhu udara akan memanas. Big Bang,
sebagaimana yang telah didasari oleh semua orang terjadi dalam kondisi panas. Tetapi,
menurut teori Einstein, proses ini tidak memliki batas. Ketika Alam Semesta
menyusut ke satu volume kecil, temperature dan kerapatannya melejit sampai tak
terhingga. Dengan memprediksi peristiwa ini sebagai singularitas, teori
Einstein tidak menyampaikan informasi masuk akal tentang asal mula Alam
Semesta.
Inilah masalahnya. Pertanyaanya adalah
: mungkinkah malapetaka singularitas dihindari pada awal waktu? Hanya ada satu
kemungkinan. Jika materi alam semesta mengembang secara tidak seragam dan tidak
merata, ketidakseragaman dan ketidakmerataan ini akan kian membesar ketika Alam
Semesta dalam arah sebaliknya menyusut menjadi kian mengecil. Arah penyusutan
yang berbeda-beda dari bagian-bagian Alam Semesta ini, bukannya berkumpul
membentuk sati titik malah tidak membentuk singularitas.
Karena teori gravitasi Einstein
tidak bisa dipatahkan, sebaiknya sejarah Alam Semesta dirunut hingga masa yang
lebih awal sebelum Big Bang. Barangkali Alam Semesta sudah menyusut menjadi “keruntuhan
besar (Big Cruch)”, yang kemudian kembali menjadi Big Bang. Saat mempelajari
hal ini, Brandom Carier, sedang memberikan penjabarannya di London, dari
seorang ahli matematika bernama Roger Penrose. Tampaknya Penrose menggunakan
topologi baru untuk menyelidiki formasi singularitas jenis lain, tepatnya sayng
terbentuk di pusat lubang hitam, waktu yang melengkung ke dalam ketika bintang
yang sekarat menyusut dengan dahsyat akibat gaya gravitasinya sendiri.
Singularitas lubang hitam adalah singularitas yang lebih tepat disebut sebagai
singularitas yang daripada waktu, tetapi memiliki banyak kesamaan dengan
singularitas Big Bang.
Hawking menghubungi penrose. Ini
adalah awal salah satu kaloborasi paling elegean di bidang fisika abad ke -20,
antara 1965-1970. Pasangan ini membuktikan sejumlah reorema besar tentang
singularitas. Yang terpenting adalah, dalam kondisi umum dan masuk akal. Singularitas
dalam Big bang tidak akan terhindarkan Penrose dan Hawking menunjukkan bahwa
singularitas akan terbentuk, tidak peduli dengan cara apapun film alur mundur
Alam Semesta dimainkan.
Pertanyaan Yang Tersisa..
Karena singularitas tidak masuk
akal. Hawking dan Penrose menunjukkan bahwa teori Einstein mengandung
kelemahan. Sebagaimana teori gravitasi Newton yang terbukti sebagai pendekatan
atas teori yang lebih mendalam. Teori gravotasi Einstein ternyata juga
pendekatan atas teori yang lebih mendalam lagi. Teori yang lebih mendalam itu,
yang biasa disebut sebagai teori gravitasi kuantum, sejauh ini masih
membingungkan para ahli fisika. Baru setelah teori ini ditemukan, akan
ditemukan jawaban bagi pertanyaan terbesar yang ada dari mana asal Alam Semesta
yang kita huni ini?
Singularitas : Pencarian Terbesar
Reviewed by Mildisrup
on
October 14, 2019
Rating:
Reviewed by Mildisrup
on
October 14, 2019
Rating:



No comments: